Tak BEREKSPEKTASI lebih!

Setelah pertemuan kami tadi siang, aku dan Alfonso bertemu kembali pada malam harinya, setelah aku selesai bekerja. Alfonso sengaja datang ke kantorku dan hampir saja kami tidak bertemu, kami berpapasan di jalan, dipintu gerbang kantorku. Dia memainkan lampu mobilnya ke arah mobilku dan sesaat itu menyilaukan mataku, namun dengan cepat aku bisa mengenal mobil miliknya. Aku segera meminggirkan mobilku, berusaha merapikan penampilanku dikaca lalu keluar dari mobilku dengan disambut oleh hembusan angin malam yang dingin. Dengan sedikit canggung dan berusaha ceria aku masuk ke dalam mobilnya, dan kembali aku lihat wajah itu, wajah yang penuh dengan kelelahan dan mengundang beribu tanda tanya di kepalaku. Dia ingin bertemu denganku malam itu, aku tidak tahu apa sebenarnya yang diharapkan oleh Alfonso padaku. Kami berdua dengan sadar tahu jika aku sudah memiliki pasangan dan aku pun sadar kalau Alfonso belum dapat melupakan kenangan manisnya bersama dengan "wanitanya" dulu.

Beberapa saat kami diam, hanya saling tersenyum lalu dia menyapaku, "bagaimana harimu?" aku hanya dapat tersenyum dengan semua itu, aku rasa itu hanya pertanyaan klasik saja, pertanyaan basa-basi. Lalu dia membalas senyumku, berusaha meraih tanganku dan menggenggamnya. "Ya Tuhan, saat-saat seperti ini yang aku tunggu, saat-saat dimana aku merasakan kedamaian bersamanya, tetapi mengapa ini terasa begitu menyakitkan? Mengapa waktu selalu saja tak pernah berpihak pada kami?" di dalam hatiku bergumam sedih. Mengapa harus "wanita" itu dulu yang mengobati luka hatimu padaku? Padahal wanita itu pun "berbeda" sama sepertiku, tapi kenapa kau memilih dia? Hatiku selalu sakit jika mengingat semua perlakuannya. Malam itu sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin aku sampaikan padanya, namun melihat keadaannya seperti aku tak tega untuk terus menekan perasaanku, aku terlalu egois, dan aku sudah cukup memberikan "sakit" padanya waktu dulu. Aku berusaha untuk mengetahui hatinya, namuan semakin hari hanya semakin samar.

Malam itu kami habiskan dengan saling bercerita, dia menceritakan kisahnya dengan mantan wanitanya, dan aku pun menceritakan bagaimana aku dengan priaku sekarang. Aku menceritakan semua tentang Tobias  kepadanya, bagaimana perlakuan Tobias yang kasar padaku dan bagaimana hubunganku dengan Tobias yang sedang ada masalah. Yang paling membuatku sakit dari semua itu adalah saat Alfonso memberikan saran padaku agar aku bersabar menghadapi Tobias, agar aku memberikan waktu untuknya berubah, dan itu menyakitkanku. Tak tahukah dia yang aku harapkan hanya dirinya? Ya Alfonso...yang aku inginkan hanya dirimu, hanya dirimu seorang, tak ada yang lain! Ingin aku meneriakkan kalimat itu padanya, aku berusaha sabar karena aku yakin sudah ada perubahan diantara kami selama 3,5 tahun terakhir. Aku bisa membaca itu dari bagaimana dia bersikap padaku, pola pikirnya, dan bagaimana dia tidak lagi menggebu-gebu seperti dulu. Dia sudah berubah, dan yang paling penting dari itu semua dia tidak pernah berharap lebih padaku, dia tidak ingin memastikan hubungan apa sebenarnya yang terjadi diantara kami, dia tidak menginjinkanku untuk memberikan pendapatku tentang hubungan kami. Aku hanya bisa diam disaat dia meluncurkan kalimat ini, "Angel, aku tidak mau berekspektas lebih atas kamu. Aku sudah tahu kamu punya Tobias dan aku tidak ingin menjadi orang ketiga diantara kalian. Untuk saat ini, aku hanya ingin merasakan kebahagiaan atas apa yang aku jalani dan aku tidak mau BEREKSPEKTASI LEBIH sama kamu, Angel!"

Aku sangat mengingat malam itu dia mengucapkan 2 KALI kalimat TAK BEREKSPEKTASI LEBIH padaku, dan malam itu juga hatiku rasanya hancur. Aku yakinkan diriku bahwa dia bukan untukku, bahwa dia hanya akan menyakitiku LAGI, dan memohon kepada Tuhan agar menghilangkan dia dari ingatanku. Apakah menurutmu bisa? Aku mendustai diriku sendiri, karena semenjak dia datang dan kami bertemu kembali, itu adalah saat dimana aku menemukan kembali kunci hatiku, menemukan kembali siangku, dan menemukan bagaimana menyayangi yang sebenarnya.

Alfonso..."TAK BEREKSPEKATSI LEBIH" - mu itu benar-benar menyakitkanku!

 
 
 
 

 
 
 
 
Title website anda
Pilihan Bahasa