Pelukan di Malam Terakhir

Sebelum Alfonso pergi untuk meninggalkanku sebulan penuh, malam itu  aku menemuinya ditempat kerjanya. Dengan cepat aku menyetir mobilku agar aku tidak terlambat untuk menemuinya. Aku hanya ingin melihatnya sekali lagi sebelum dia pergi jauh, aku ingin memeluknya, mencium harum tubuhnya, dan menciuminya sampai waktu yang berkata kalau itu semua harus berakhir. Ada ketakutan di dalam diriku, apakah aku dan Alfonso dapat kembali bertemu, kapan kami dapat bertemu kembali. Malam ini mobil kami berselisih di jalan, hampir saja sedikit lagi aku tidak dapat melihatnya, sedikit lg saja aku terlambat maka aku tidak bisa lagi merengkuhnya. Namun saat itu Alfonso menyadari kedatanganku, dia melihat mobilku melintas dan segera meneleponku agar aku dapat meminggirkan kendaraanku. Saat itu juga kupinggirkan kendaraanku dan Alfonso berlari ke arah mobilku, dia membuka pintu mobilku dan segera menarikku ke dalam pelukannya. Aku ingin waktu berhenti saat itu, biarkan kami bersama selamanya, jangan pisahkan kami, itu kata-kata yang ingin aku teriakkan kepada angin dingin malam ini. Pepohonan, bintang dan bulan menjadi saksi kesetiaan kami, akankah kami bisa menjaga hubungan ini? Biarpun tidak ada hubungan yang sempat terucap tetapi kami saling tahu bahwa ada cinta yang bukan lagi tumbuh tetapi sudah beranak pinang di dalam hati kami. Aku sangat mencintainya, aku sangat bahagia dapat mencium aroma tubuhnya malam itu, dan akan selalu kuingat malam itu karena aku terpuaskan dengan semua yang diberikannya, sentuhan dan kecupan manisnnya, serta kasih sayang yang selalu aku simpan di dalam hatiku. Alfonso...aku sangat mencintaimu!

 
 
 
 

 
 
 
 
Title website anda
Pilihan Bahasa