Surat untuk Bapak

Christ To, 4 Juli 2009

Belum sempat kumenambatkan perahu di dermaga,

Engkau t'lah pergi meninggalkanku

Kumendayung sekuat tenagapun Engkau tak'kan terkejar lagi

Aku hanya bisa duduk terdiam tak tau apa yang harus kuperbuat

Tak terasa air mata menetes jatuh keluar dari setiap kedipan mataku

Ingatan akan Engkau terasa baru saja terjadi

Walaupun hanya sebentar mengenal Engkau

Tetapi serasa Engkau dalam ingatanku sejak dulu

Pengabdian pada negara hingga akhir hayatmu sungguh mulia

Engkau bersih dari sgala macam godaan yang ada

Orang-orang yang kenal akan Engkau senantiasa menceritakan amal kebaikanmu

Kepergianmu seketika mengajarkanku pentingnya menghargai arti hidup

Kini yang tertinggal hanya kenangan ingatan akan Engkau

Kenangan cerita dimana Engkau mengajarkan bagaimana mencintai dan menyayangi

Bagaimana harus tulus berkorban untuk orang lain

Bagaimana harus bersabar dalam menghadapi sesuatu

 


Bapak... Bolehkah aku memanggilmu demikian?

Maafkan aku yang tak bisa ikut menghantarkan Engkau ke tempat peristirahatanmu yang terakhir

From : Tonny Christian

To      : Our Beloved Father in heaven

 
 
 
 

 
 
 
 
Title website anda
Pilihan Bahasa